Jakarta, katakabar.com – Lelaki 46 tahun itu mematut-matut studio mini yang baru hitungan bulan dibikin di sebuah bangunan sederhana di kawasan Cawang Bawah Jakarta Timur itu.
Sejak 14 tahun silam, orang-orang sudah mengenal bangunan itu bernama New Hunter Pub (NHP), tempat nongkrong orang-orang yang kangen dengan Bona Pasogit alias kampung halaman.
Sebab di dalam gedung yang didisain bikin nyaman itu, ragam suguhan musik dan lagu yang didendangkan, termasuk uning-uningan, embas-embas.
“Kalau cuma untuk mengcover lagu-lagu orang, kayaknya studio ini mubazir lah. Belum lagi harus berurusan dengan izin ini itu lantaran menyanyikan kembali lagu ciptaan orang,” sambil menyulut rokoknya, ayah dua anak ini semakin memelototi studio rekaman itu.
“Orang bisa menciptakan lagu, kenapa kami enggak bisa? Fasilitas sudah tergolong lengkap, home band, ada. Soal kualitas, kayaknya tergantung momen dan orang yang mendengarnya lah,” Rudolf Naibaho mulai menyemangati diri.