Rudolf Naibaho, pengusaha muda, pendiri gedung mewah Toton Baho di Jalan Pekayon, Bekasi. Bertemu sang pengusaha muda ini, memberikan kesan tersendiri. Umur bisa muda, tetapi konsep dan cara dia mengelola usahanya akan membuat decak kagum para pembaca. Jangan tanya apa yang sudah dicapainya. Di umur semuda itu, Rudolf sudah memiliki enam bidang usaha yang tergabung dalam induk Toton Group.
Orang yang melihat gedung Toton Baho yang baru dibangun ini pasti menyebut pemiliknya pengusaha besar, dan umurnya pasti sudah berumur tua. Nyatanya bukan demikian. Bidang usaha yang saat ini tengah berkembang adalah: bisnis kontraktor yang bernaung dalam PT Toton Cita Abadi bergerak dalam bidang kontraktor, supplier dan trading. Di bidang hiburan ada New Hunter terdiri dari café dan pub.
Lalu, Taton Mobilindo di bidang jual-beli mobil, showroom saat ini berada persis di depan Universitas Borobudur, Kalimalang, Jakarta. Kemudian Toton Production di bidang rekaman. Selain itu, usaha perkebunan di Krintang, Riau. Dan yang baru gedung pertemuan termegah Toton Baho yang bisa menampung tempat duduk hingga 2000 kursi.
Wah, masih muda, bagaimana mengelola bisnis yang demikian banyak? “Ah, itu belum apa-apa lae,” katanya. Rudolf, sosok yang satu ini dalam memimpinnya memang tidak bisa dianggap remeh, dengan ratusan karyawan. “Saya memulai dari bahwa. Saya tidak dapatkan dengan instant tetapi dengan kerja keras dan terus belajar, tentu dengan bantuan orang lain tentunya. Jadi ini belum apa-apa, lah.”
Bagaimana rahasiannya membangun usaha? “Rahasia sesungguhnya ketika kita mampu membahagiakan orang lain. Rezeki akan mengalir. Seluruhnya mengalir saja, itu kunci,” ujarnya.
Ketika diminta ceritanya awal membangun usahanya yang saat ini sudah mulai mengurita, dengan rendah hati menyebut “Saya bukan pebisnis visioner, atau orang yang pintar dalam berbisnis.” Tetapi faktanya dia telah meraih banyak hal, dia mampu membuat sensasi, bisnis terukur. Jawabnya, “mengalir begitu saja,” itu rahasianya.
“Mengelola usaha ini saya telah berikan kepercayaan ke masing-masing orang bisa mengerti bidang tersebut, jadi saya tidak perlu turun tangan lagi. Biasa saja, saya berkunjung baru setelah